Padukuhan Kembang merupakan salah satu dari 16 padukuhan yang berada di wilayah Kalurahan Madurejo, Kapanewon Prambanan, Kabupaten Sleman. Secara administratif, padukuhan ini mencakup tiga dusun, yaitu Dusun Bendosari, Dusun Kembang, dan Dusun Ngentak Mejing dengan karakter sosial yang berbeda tiap masing-masing dusun.

Sejarah & Asal Usul

Padukuhan Kembang berdiri pada tahun 1946 dan merupakan salah satu dari 16 padukuhan yang berada di wilayah Kalurahan Madurejo. Pada awal berdirinya, Padukuhan Kembang dipimpin oleh kepala dukuh pertama bernama Darmo Atmojo (1946–1970), kemudian dilanjutkan oleh Jam Hadi (1970–1975), Sumadi (1976–1989), Sri Robani (1991–2012), dan saat ini dipimpin oleh Sujarwoko sejak tahun 2012. Secara administratif, Padukuhan Kembang terdiri atas 4 RT dan 2 RW sejak tahun 1985. Pada mulanya, wilayah Padukuhan Kembang mencakup tiga dusun, yaitu Bendosari, Kembang, dan Ngentak Mejing. Penamaan “Kembang” sendiri tidak memiliki makna khusus, melainkan diambil dari lokasi rumah kepala dukuh pertamanya yang berada di Dusun Kembang.

Pada masa awal perkembangannya, kondisi Padukuhan Kembang masih tergolong terbatas, terutama dalam hal ketersediaan listrik dan akses jalan antar kampung yang masih sulit. Oleh karena itu, pembangunan infrastruktur menjadi salah satu kemajuan paling signifikan yang dirasakan masyarakat. Selain itu, Padukuhan Kembang juga memiliki nilai sejarah dan budaya yang kuat, salah satunya melalui Masjid Al-Hasani Bendosari yang merupakan milik Sultan Yogyakarta dan dahulu dikenal dengan nama Masjid Pathok Negoro. Hingga kini, berbagai tradisi keagamaan masih terus dilestarikan, seperti kegiatan sholawatan dalam rangka memperingati Maulid Nabi serta tradisi Sadranan yang masih rutin dilaksanakan oleh masyarakat setempat.

Wilayah Padukuhan Kembang

Batas Wilayah
Batas Utara
Padukuhan Mutihan
Batas Timur
Padukuhan Morobangun
Batas Selatan
Kalurahan Jogotirto (Berbah)
Batas Barat
Kalurahan Kalitirto (Berbah)

Batas Wilayah Padukuhan Kembang

Letak wilayah Padukuhan Kembang berada di paling ujung barat dan selatan Kapanewon Prambanan, yang berarti berbatasan langsung dengan Kapanewon Berbah. Untuk detailnya, wilayah Padukuhan Kembang berbatasan dengan Padukuhan Mutihan di sisi utaranya dan Padukuhan Morobangun di sisi timur yang termasuk dalam Kalurahan Madurejo. Selain itu, Padukuhan Kembang berbatasan dengan Kalurahan Jogotirto di sisi selatannya dan Kaluruhan Kalitirto di sisi baratnya yang merupakan bagian dari Kapanewon Berbah.

Padukuhan Kembang memiliki luas wilayah sekitar 27,6 ha dengan topografi yang relatif datar yakni berada di ketinggian diantara 100 – 110 mdpl. Dengan kondisi wilayah seperti itu, Padukuhan Kembang memiliki 2 RW (Rukun Warga) dan 4 RT (Rukun Tetangga). Wilayah RW 01 terdiri dari RT 03 dan RT 04 sedangkan untuk wilayah RW 02 terdiri dari RT 01 dan RT 02.

Lokasi Kantor Pemerintahan Jarak
Kalurahan Madurejo
2,7 Km
Kapanewon Prambanan
5,7 Km
Kabupaten Sleman
20,7 Km
Provinsi D.I. Yogyakarta
15,3 Km

Jarak dari Padukuhan Kembang ke Kantor Pemerintahan

Struktur Organisasi

Data Demografis

Jumlah Penduduk
0
Wilayah Laki-laki Perempuan
RT 01
75
72
RT 02
62
55
RT 03
55
45
RT 04
81
83
Sebaran Usia Jumlah (RT 01) Jumlah (RT 02) Jumlah (RT 03) Jumlah (RT 04)
0 – 12
23
17
17
18
13 – 18
16
12
10
17
19 – 35
38
31
29
38
36 – 59
45
41
32
58
> 60
25
16
12
33

Potensi Padukuhan Kembang

UMKM

Sekitar 80% warga masyarakat di Padukuhan Kembang bermata pencaharian sebagai pedagang dengan jenis dagangan makanan seperti ayam goreng, sayuran, gorengan, pecel, soto, tape, sagon, gudeg, serta warung-warung, minimarket, hingga salon rias pengantin.

Pertanian

Lahan Pertanian di wilayah Padukuhan Kembang dimanfaatkan untuk menanam padi, cabai, jagung, singkong, dan berbagai tanaman lain oleh masyarakat setempat.

Seni dan Budaya

Padukuhan Kembang memiliki berbagai kegiatan kebudayaan seperti adanya kelompok kesenian gamelan puspa laras, kelompok jathilan latihan gamelan dengan kelompok kesenian karawitan puspa laras, kelompok kesenian jathilan kridha turangga puspa, tradisi sadranan, muludan, dan sholawat jawa bendho budaya.

Kegiatan Rutin

Kegiatan rutin yang menjadi wadah interaksi sosial dan penguatan kebersamaan warga. Kegiatan tersebut meliputi Pesantren Lansia Permata, Kerja Bakti, Posyandu, Posbindu, kegiatan PKK, Dasawisma, dan lain-lain.

Sarana dan Prasarana

Lapangan

Lapangan Padukuhan Kembang adalah salah satu fasilitas umum yang dapat digunakan sebagai tempat kegiatan olahraga seperti olahraga voli, sepak bola, bulu tangkis, dan lain-lain. Selain itu, lapangan ini juga bisa menjadi lokasi berkumpulnya warga masyarakat sekitar seperti kegiatan senam, lomba agustusan, bahkan kegiatan kesenian seperti jathilan. Padukuhan Kembang memiliki satu lapangan di masing-masing dusunnya seperti di Bendosari, Kembang, dan Ngentak Mejing.

Masjid Al Hasani

Masjid Al Hasani adalah satu-satunya masjid yang berada di wilayah Padukuhan Kembang, tepatnya di dusun Bendosari. Masjid ini berperan sebagai pusat kegiatan ibadah dan keagamaan masyarakat seperti sholat lima waktu, sholat jumat, dan kegiatan TPA (Taman Pendidikan Al-Qur’an) secara rutin diselenggarakan setiap minggunya. Satu hal unik terkait masjid ini adalah adanya keterkaitan dengan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat jika dilihat dari sejarah dan arsitektur bangunannya.

Mushola Siti Inggil

Padukuhan Kembang memiliki satu mushola dengan nama Mushola Siti Inggil dan terletak di dusun Kembang, tepatnya berada di sebelah selatan lapangan voli dusun Bendosari. Mushola Siti Inggil merupakan salah satu fasilitas objek  wisata Punthuk Negoro yang masih dalam tahap pengembangan. Mushola ini berperan untuk kegiatan sholat lima waktu, kegiatan TPA, dan kegiatan komunal lain.

Sekolah Dasar

Fasilitas Pendidikan yang ada di wilayah Padukuhan Kembang ada TK Aisyiyah Bustanul Atfhal dan SD Muhammadiyah Bendosari. Kedua sekolahan tersebut terletak bersebelahan dalam satu lahan dan terletak tepat di sebelah timur Masjid Al Hasani Bendosari. Keberadaan kedua lembaga pendidikan ini berperan penting dalam menyediakan akses pendidikan dasar serta mendukung perkembangan karakter dan pengetahuan anak-anak sejak usia dini.

Gudang Warga RW 01

Gudang Warga RW 01 berfungsi sebagai fasilitas penyimpanan berbagai perlengkapan dan sarana pendukung kegiatan masyarakat. Beberapa kegiatan seperti rapat warga RW 01 dilakukan di tempat ini. Keberadaan gudang ini memudahkan pengelolaan inventaris warga serta menunjang kelancaran pelaksanaan kegiatan sosial dan kemasyarakatan di Padukuhan Kembang.

Pos Ronda

Beberapa pos ronda yang berada di beberapa wilayah Padukuhan Kembang seperti di RW 02, RT 03, dan RT 04 biasa digunakan sebagai sarana keamanan lingkungan serta tempat berkumpul warga. Selain mendukung kegiatan ronda malam, pos ronda juga berperan sebagai ruang interaksi sosial yang memperkuat kebersamaan dan kepedulian antarwarga.